Dari Karisma ke Sistem: Kepemimpinan Kiai sebagai Penggerak Safeguarding Santri dalam Tata Kelola Pesantren Ramah Anak

https://doi.org/10.56113/takuana.v5i3.753

Authors

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Indonesia
×

Isna Nurpatwa

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Indonesia

Isna Nurpatwa adalah dosen di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Tasikmalaya. Ia meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam dari Institut Agama Islam Cipasung, dengan minat penelitian pada manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam.

Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Indonesia
×

Ahmad Syahid

Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Indonesia

Ahmad Syahid adalah dosen di Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Tasikmalaya, dengan bidang keahlian pendidikan bahasa Arab. Ia meraih gelar sarjana dan magister Pendidikan Bahasa Arab dari Institut Agama Islam Cipasung (kini Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung). Pendidikan doktoralnya ditempuh di Program Studi Pendidikan Islam, konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dengan minat penelitian pada pendidikan bahasa Arab dan pendidikan Islam.

Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Indonesia
×

Muis Muhammad IS

Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Indonesia

Muis Muhammad IS adalah dosen di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Tasikmalaya. Ia meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam dari Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, dengan minat penelitian pada manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam.

Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Indonesia
×

Yuda Fauzan Aprilian

Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Indonesia

Yuda Fauzan Aprilian adalah dosen di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Tasikmalaya. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi dari Universitas Pendidikan Indonesia dan gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam dari Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung. Saat ini ia juga berafiliasi dengan Program Studi Manajemen, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia, dengan minat penelitian pada manajemen, pemasaran, dan manajemen pendidikan Islam.

Abstract

Reported violence in educational institutions, including pesantren (Islamic boarding schools), has risen sharply, prompting Indonesia to strengthen child-friendly pesantren policies. Yet scholarship remains divided: studies of kiai leadership focus on charisma and institutional image, while child-friendly pesantren studies focus on policy and programme evaluation. This article develops a conceptual model positioning kiai leadership as the driver of santri safeguarding. Using an integrative literature review of 24 journal articles published in 2021–2026, five regulations, and official data, analysed thematically, it yields three findings. First, kiai authority is paradoxical: it protects, yet creates vulnerability when obedience is not balanced by accountability. Second, state policies become effective only when kiai translate them into values and management functions. Third, the proposed Safeguarding-Based Kiai Leadership Model comprises system, culture, and accountability pillars, with accountability operationalised through independent reporting channels, conflict-of-interest rules, and protection of reporters. Protecting santri therefore requires shifting from figure-centred leadership to leadership that institutionalises protection.

Keywords


child-friendly pesantren, Islamic education management, kiai leadership, pesantren governance, safeguarding

Author Biographies

Isna Nurpatwa, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung

Isna Nurpatwa adalah dosen di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Tasikmalaya. Ia meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam dari Institut Agama Islam Cipasung, dengan minat penelitian pada manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam.

Ahmad Syahid, Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung

Ahmad Syahid adalah dosen di Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Tasikmalaya, dengan bidang keahlian pendidikan bahasa Arab. Ia meraih gelar sarjana dan magister Pendidikan Bahasa Arab dari Institut Agama Islam Cipasung (kini Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung). Pendidikan doktoralnya ditempuh di Program Studi Pendidikan Islam, konsentrasi Pendidikan Bahasa Arab, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dengan minat penelitian pada pendidikan bahasa Arab dan pendidikan Islam.

Muis Muhammad IS, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung

Muis Muhammad IS adalah dosen di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Tasikmalaya. Ia meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam dari Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, dengan minat penelitian pada manajemen dan kepemimpinan pendidikan Islam.

Yuda Fauzan Aprilian, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung

Yuda Fauzan Aprilian adalah dosen di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Tasikmalaya. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi dari Universitas Pendidikan Indonesia dan gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam dari Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung. Saat ini ia juga berafiliasi dengan Program Studi Manajemen, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia, dengan minat penelitian pada manajemen, pemasaran, dan manajemen pendidikan Islam.

References

Afandi, M. A., Tahir, M., & Setiawan, A. (2026). Manajemen madrasah ramah anak berbasis pesantren: Studi multisitus pada MA Asy-Syifa dan MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Balikpapan. Itqan: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 17(1), 44–59. https://doi.org/10.47766/itqan.v17i1.6774

Afif, I., Azahra, I. M., & Naafi'ah, L. A. (2026). Kepemimpinan pendidikan Islam dalam sejarah pesantren Nusantara. Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 4(3), 1–14. https://doi.org/10.59059/mutiara.v4i3.3065

Akrim, & Umiarso. (2023). Charismatic leadership and silah rituality in the educational culture of boarding schools. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 594–609. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v7i2.5562

Alazmi, A. A., & Bush, T. (2024). An Islamic-oriented educational leadership model: Towards a new theory of school leadership in Muslim societies. Journal of Educational Administration and History, 56(3), 312–334. https://doi.org/10.1080/00220620.2023.2292573

Amaliyah, E. I. (2025). Routinizing charisma: The rise of gus and the transformation of pesantren in Jepara, Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 19(2), 401–428. https://doi.org/10.14421/b5dv2478

Amaliyah, S. (2026, 15 Mei). Menag dorong penguatan tata kelola pesantren untuk cegah kekerasan seksual. NU Online. https://nu.or.id/nasional/menag-dorong-penguatan-tata-kelola-pesantren-untuk-cegah-kekerasan-seksual-He6ag

Aunullah, I., Rofiqi, R., Kholil, M., Windari, S. E., & Abdulghani, N. A. (2024). Mitigation of bullying on students in pesantren: Foster carer strategy. Edureligia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(2), 306–321. https://doi.org/10.33650/edureligia.v8i2.10415

Basri, H., Hasibuan, H. R., & Ab Rahman, Z. (2024). Transformational leadership of pesantren as a role model for contemporary Islamic education institutions. Indonesian Journal of Islamic Educational Management, 7(1), 1–7. https://doi.org/10.24014/ijiem.v7i1.25856

Cronin, M. A., & George, E. (2023). The why and how of the integrative review. Organizational Research Methods, 26(1), 168–192. https://doi.org/10.1177/1094428120935507

detikEdu. (2024, 27 Desember). 573 kasus kekerasan di sekolah dan pesantren di 2024, JPPI: Naik 100% dari 2023. detik.com.

Djamil, A. A., Patimah, S., Murtafiah, N. H., & Gani, A. (2026). Between managerial competency and moral authority: Contextualizing educational leadership in Indonesian madrasahs. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(4), 1140–1154. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v10i4.14676

Faishol, M., Wasino, W., Fakhruddin, F., & Asrori, A. (2026). Islamic boarding schools as safe spaces: Kiai's perspectives on preventing sexual violence and bullying against santri. Qalamuna: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 18(1), 577–588. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v18i1.8827

Fajri, H. M. A., & Hajaroh, M. (2026). Akuntabilitas implementasi kebijakan pesantren ramah anak: Evaluasi model CIPP di Pesantren Putri Al Mawaddah. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, 7(2), 1196–1207. https://doi.org/10.55681/nusra.v7i2.6317

Fazli, A. Z. (2026, 22 September). Kemenag bakal disiplinkan pondok pesantren. MetroTVNews.com. https://www.metrotvnews.com/read/kBVCM02p-kemenag-bakal-disiplinkan-pondok-pesantren

Firdausya, I. (2025, 3 Januari). KPAI sesalkan kekerasan berujung maut di pesantren kembali terulang. MetroTVNews.com. https://www.metrotvnews.com/read/NleCpedp-kpai-sesalkan-kekerasan-berujung-maut-di-pesantren-kembali-terulang

Fuadi, M. A., Marintan, M. A., Mahanani, Q. F. I., & Aslambik, M. (2023). Menyoal ketimpangan relasi kuasa dan upaya pencegahan kekerasan seksual di pesantren: Sebuah tinjauan kritis. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 22(2), 148–160. https://doi.org/10.14421/musawa.2023.222.148-160

Hasyim, N. H., & Falah, S. (2026). Konstruksi citra pesantren melalui kepemimpinan kiai berbasis nilai Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan, 14(1), 1356–1361. https://doi.org/10.33751/jmp.v14i01.290

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 tentang Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025a). Keputusan Menteri Agama Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025b). Statistik pondok pesantren [Data set]. EMIS Kementerian Agama. Diakses 11 Oktober 2026, dari https://emis.kemenag.go.id

Kurniawan, T., & Derajat, A. Z. (2022). TPKS law as an effort to prevent relations of power in sexual violence in religious education institutions. Humanisma: Journal of Gender Studies, 6(2), 166–181. https://doi.org/10.30983/humanisme.v6i2.5822

Mardiana, N. P., Choeri, I., & Rosyada, A. (2025). Konsep hifz an-nafs dalam perlindungan anak korban kekerasan seksual: Studi komparatif hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Journal of Feminism and Gender Studies, 5(2), 82–91. https://doi.org/10.19184/jfgs.v5i2.53735

Murad, F. K. L., Ashaf, A. F., & Kartina, T. (2025). Hegemoni dalam pondok pesantren dan kaitannya dengan pelecehan seksual pada santriwati. IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies, 5(2).

Nafi, A., Sholihah, B., & Lateh, A. (2026). Kyai leadership in supporting program quality in a madrasah-integrated Islamic boarding school: A qualitative case study. Multicultural Islamic Education Review, 4(2), 162–178. https://doi.org/10.23917/mier.v4i2.19517

Nugraha, A., Mulyadi, A., Hidayat, A., Fadhlurrahman, F. U., Rohayah, A. A., & Mirzayev, E. (2026). Leadership succession in Indonesian pesantren: A case-based framework for cadre development. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 13(1), 57–74. https://doi.org/10.15408/tjems.v13i1.53099

Nursetialloh, E. (2023). Kiai's situational and transformative leadership: Maintaining the quality of pesantren graduates in the disruption era. Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 252–270. https://doi.org/10.28918/edukasiaislamika.v8i2.2276

Pinskier, M., Mendes, P., & Baidawi, S. (2025). Responses of Jewish leadership to manifestations of institutional child sexual abuse: An analysis of two Australian public inquiries. Children Australia, 47(2), Article 3058. https://doi.org/10.61605/cha_3058

Puriastuti, A. C., Masfufah, U., Amelia, D., Novembriani, R. P., Afifa, D. S., Enjelina Tilawah, M. A., Rindani, E. F., Salsabela, A. N. F., & Rahma, N. A. (2026). Pemberdayaan pengurus Pondok Pesantren Al-Mustaqim dalam pencegahan kekerasan dan perundungan melalui focus group discussion. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 10(2), 815–826. https://doi.org/10.30651/aks.v10i2.28511

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Republik Indonesia. (2026). Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama.

Rohmah, D. A., & Khoiruzzaman, W. (2026). Manajemen dakwah sebagai katalis institusionalisasi dakwah bil hal dalam program pesantren ramah anak. Jurnal Manajemen Dakwah, 12(1), 43–68. https://doi.org/10.14421/jmd.2026.121.03

Sabiq, Z., & Takdir, M. (2026). Institutionalising peace education in pesantren: Pedagogical and institutional pathways to anti-violence character formation. ElTarbawi, 19(1), 81–116. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol19.iss1.art3

Sindonews. (2026, 12 Agustus). Kemenag susun pedoman safeguarding pesantren, tingkatkan pelindungan santri. RCTI+. https://www.rctiplus.com/news/detail/gaya-hidup/5450175/kemenag-susun-pedoman-safeguarding-pesantren--tingkatkan-pelindungan-santri

Wardana, K. A., Rahayu, & Sukirno. (2023). The long and winding road: Confronting sexual violence on women in pesantren. Masalah-Masalah Hukum, 52(3), 217–226.

Yulianti, C. (2025, 30 Desember). Miris! Kasus kekerasan di satuan pendidikan naik 600% dalam 6 tahun. detikEdu. https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8284613/miris-kasus-kekerasan-di-satuan-pendidikan-naik-600-dalam-6-tahun

Zainab, I., & Suhermanto, S. (2023). Islamic scholar leadership in the modernization of pesantren management. Afkarina: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.33650/afkarina.v8i1.5328

Downloads

Full Text Download

Published

October 15, 2026

How to Cite

Nurpatwa, I., Syahid, A., IS, M. M., & Aprilian, Y. F. (2026). Dari Karisma ke Sistem: Kepemimpinan Kiai sebagai Penggerak Safeguarding Santri dalam Tata Kelola Pesantren Ramah Anak. Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, Dan Humaniora, 5(3), 2370–2385. https://doi.org/10.56113/takuana.v5i3.753

License


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

All published content in Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY NC SA 4.0). This license allows others to share, copy, redistribute, and adapt the work for non-commercial purposes, as long as proper credit is given to the original author(s) and source, and any derivative works are distributed under the same license.

Attribution must include a clear citation of the original work and a statement indicating whether any changes were made. Commercial use is not permitted under this license and there is no additional legal or technological restrictions may be applied. For more information about the license terms and permissible use, please refer to the full license text available here.